Sabtu, 19 Mei 2012

Prinsip Historical Cost vs Fair Value

Definisi Historical Cost Menurut Suwardjono (2008;475) kos historis merupakan rupiah kesepakatan atau harga pertukaran yang telah tercatat dalam sistem pembukuan. Prinsip historical cost menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Yang dimaksud dengan harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetujui oleh kedua belah pihak yang tersangkut dalam tranksaksi. Harga perolehan ini harus terjadi pada seluruh traksaksi diantara kedua belah pihak yang bebas. Harga pertukaran ini dapat terjadi pada seluruh tranksaksi dengan pihak ektern, baik yang menyangkut aktiva, utang, modal dan transaksi lainnya. Kelebihan Historical cost Kegunaan historical cost pada akuntansi conventional sudah banyak ditentang. Mereka yang mempertahankan historical cost mempunyai argumentasi mengenai posisinya: (http://one.indoskripsi.com/node/6031) 1. Historical cost relevan dalam membuat keputusan ekonomi 2. Historical cost berdasarkan pada transaksi yang sesungguhnya, tidak pada kemungkinan. 3. Selama sejarah, laporan keuangan yang menggunakan historical cost sangat berguna. 4. Pengertian terbaik mengenai konsep keuntungan adalah kelebihan dari harga jual dari historical cost 5. Akuntan harus menjaga integritas datanya dari modifikasi internal. Kelemahan historical cost Kelemahan penggunaan nilai historis menurut Muljono yang dikutip dari Kodrat (http://www. petra.ac.id/~puslit/journals) antara lain: 1. Adanya pembebanan biaya yang terlalu kecil karena pendapatan untuk suatu hal tertentu pada saat tertentu akan dibebani biaya yang didasarkan pada suatu nilai uang yang telah ditetapkan beberapa periode yang lalu pada saat pencatatan terjadinya biaya tersebut 2. Nilai aktiva yang dicatat dalam neraca akan mempunyai nilai yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan perkembangan harga daya beli uang terakhir. 3. Alokasi biaya untuk depresiasi, amortisasi akan dibebankan terlalu kecil dan mengakibatkan laba dihitung terlalu besar 4. Laba/rugi yang terjadi yang dihasilkan oleh perhitungan laba/rugi yang didasarkan pada asumsi adanya stable monetary unit tersebut tidaklah riil apabila diukur dengan perkembangan daya beli uang yang sedang berlangsung 5. Perusahaan tidak akan memperahanka real-capital-nya dan ada kecenderungan terjadinya kanibalisme terhadap modal sehubungan dengan pembayaran pajak Vol. 2 No. 1, Pebruari 2010 Kajian Akuntansi 7 perseroan dan pembangian laba yang lebih besar daripada semestinya. Definisi Fair Value Berdasarkan FASB Concept Statement No. 7 dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa fair value adalah harga yang akan diterima dalam penjualan aset atau pembayaran untuk mentransfer kewajiban dalam transaksi yang tertata antara partisipan di pasar dan tanggal pengukuran (Perdana, 2011. Kelebihan Fair Value Penman (2007;33) mengemukakan argumen mengenai kelebihan dari Fair Value: 1. Investor-investor berkaitan dengan nilai, bukan biaya, maka melaporkan fair value 2. Dengan berlalunya waktu, harga historis jadinya tidak relevan di dalam menaksir posisi keuangan suatu entitas. Harga menyediakan informasi terbaru sekitar nilai dari aset-aset. 3. Auntansi fair value melaporkan aset dan kewajiban dalam cara yang ekonomis akan memperhatikan mereka; fair value mencerminkan unsur pokok ekonomi yang benar. 4. Akuntansi fair value melaporkan ekonomic income: seturut diterima secara luas defenisi Hicksian dari pendapatan sebagai perubahan dalam kekayaan, perubahan dalam fair value dari aset bersih pada neraca menghasilkan pendapatan. Akuntansi fair value adalah solusi kepada permasalahan akuntan dalam pengukuran pendapatan, dan lebih disukai dibanding ratusan peraturan yang mendasari pendapatan historical cost 5. Fair value adalah penukuran berbasis pasar yang tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor khusus untuk entitas tertentu; secara setimpal itu menunjukkan satu pengukuran yang tidak bias yang konsisten dari periode ke periode dan lintas entitas. Kelemahan Fair Value Meskipun fair value dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan dari historical cost namun terdapat kelemahan dari fair value. Menurut Tim Krumwiede (2008;38) terdapat berapa kritik penting terhadap fair value: 1. Meskipun bermaksud baik namun perkiraan manajemen tentang fair value bisa menjadi salah pada luas berbagai prediksi dan asumsi yang salah 2. Oportunistik dan ketidakjujuran manajemen dapat mengambil keuntungan dari penilaian dan estimasi yang digunakan dalam proses manipulasi dan mengurutkan angka pada hasil dalam angka pendapatanyang diinginkan. Sumber : http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&ved=0CGsQFjAH&url=http%3A%2F%2Fwww.unisbank.ac.id%2Fojs%2Findex.php%2Ffe4%2Farticle%2Fdownload%2F222%2F161&ei=SvqqT73GGYrYrQeZ_-TlAQ&usg=AFQjCNG8mDf1P4m4W5xku9g4wY4nTBqR-w

0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates