Jumat, 02 April 2010

Resep - Resep Masakan

AYAM BUMBU IJO


BAHAN :
1 ekor daging ayam,potong 8 bagian
250 ml kaldu
2 buah tomat hijau,belah jadi 4 bagian
1 batang serai,memarkan
1 sdt terasi
4 sdm air asam
Garam secukupnya
BUMBU HALUSKAN :
100 g cabai hijau, buang biji, potong bulat
4 buah bawang merah
6 siung bawang putih
1 cm kunyit
1 cm jahe
CARA MEMBUAT :
Panaskan minyak, goring daging ayam hingga matang dan kering. Angkat, tiriskan.
Tumis bumbu halus, serai,tomat,cabai hijau,ayam goreng dan kaldu. Masak hingga bumbu meresap dan kuah sedikit mongering.
Angkat , sajikan hangat.





GANGAN MASAK KERING

BAHAN :
 300 gr ikan lele,bersihkan,buang isi perut, potong 3 bagian
 1 ikat kacang panjang, potong 5 cm
 75 gr daun kol, buang bagian tengahnya, potong ukuran 2x4 cm
 5 buah belimbing sayur,belah 3 bagian
 1 batang serai
 5 cm lengkuas, memarkan
 600 ml santan
 1oo ml air

BUMBU HALUSKAN :
 6 buah bawang merah
 3 siung bawang putih
 1 sdt terasi
 4 buah kemiri
 5 cm kunyit
 1 sdt garam
 1 sdt merica bubuk

CARA MEMBUAT :
 Panaskan minyak, tumis bumbu hakus, serai dan lengkuas hingga harum.
 Masukkan ikan lele, tambahkan air. Aduk rata.masak hingga lele matang dan mendidih.
 Tuang santan , garam,merica bubuk,kacang panjang,daun kol dan belimbing sayur. Masak hingga sayuran matang dan santan mendidih.
 Angkat, sajikan hangat.




SOSIS DAGING SAPI KEJU

BAHAN :
• 350 g daging sapi giling
• 1 buah bawang bombai
• 125 g keju parut
• 1 sdm seledri, cincang
• 1 sdm kecap inggris
• ½ sdt garam
• 1 sdm merica hitam,tumbuk kasar
• ¼ sdt gula pasir
• 1 putih telur
• 50 g tepung sagu
• 150 g mentega, untuk menggoreng

PELENGKAP :
• 75 g brokoli,rebus
• 75 jagung manis pipil
• 100 g kentang goreng
• 75 g mayones, siap beli
• 3 sdm saus cabai

CARA MEMBUAT :
• Campur daging sapi giling, seledri cincang dan bawang Bombay. Aduk rata.
• Masukkan keju parut, kecap inggris, garam, merica hitam halus, gula pasir, putih telur dan tepung sagu. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
• Siapkan plastic es, masukkan adonan ke dalam plastic segitiga. Semprotkan adonan ke dalam plastic es. Padatkan dan ikat, tusuk – tusuk dengan jarum. Kukus hingga matang.
• Buka plastic sosis, panaskan mentega, goreng hingga kecoklatan dan matang. Angkat. Sajikan dengan brokoli, kentang goreng, jagung manis, mayones dan saus cabai.


Sumber : Kartini No. 2266

Senin, 08 Maret 2010

Mata Kuliah Adaptif Softskill Bahasa Indonesia 1

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Latar belakang saya membuat makalah ini adalah semata-mata karena memenui tugas softskill mata kuliah Bahasa Indonesia. Makalah ini saya buat berdasarkan materi yang telah diberikan dosen,yaitu pemanasan global (global warming). Penyusunan makalah ini berdasarkan referensi yang saya ambil dari beberapa buku. Tetapi saya akan menspesifikasikan kepada penyebab pemanasan global (global warming) yaitu efek rumah kaca.
Apakah anda tahu apa itu pemanasan global(global warming)?
Pemanasan global (global warming) adalah kejadian meningkatnya suhu rata-rata bumi,yang diakibatkan olah pembakaran bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi karbon seperti batu bara,minyak bumi dan gas alam.

B. IDENTIFIKASI MASALAH
Oleh karena itu di sini saya mencoba menjelaskan penyebab terjadinya pemanasan global,yang ditinjau dari segi umum atau ilmiah mengapa terjadi pemanasan global(global warming) dan cara menanggulangi pemanasan global(global warming).





C. PEMBATASAN MASALAH
Dalam makalah ini saya akan membatasi masalah tentang pemanasan global pada salah satu penyebab pemanasan global yaitu efek rumah kaca.
Efek rumah kaca adalah gejala peningkatan suhu di permukaan bumi. Bumi menghadapi pemanasan yang cepat, yang oleh para ilmuan dianggap disebabkan aktifitas manusia.


D. PERUMUSAN MASALAH
1. Hal apa saja yang menyebabkan pemanasan global terjadi?
2. Apa itu efek rumah kaca?
3. Apa saja yang menyebabkan efek rumah kaca?


E. TUJUAN PENULISAN
Tujuan saya membuat makalah ini adalah :
1. Menyelesaikan tugas softkill yang di berikan oleh dosen.
2. Menambah pengetahuan tentang penyebab pemanasan global (global warming).
3. Menambah pengetahuan tentang pemanasan global (global warming).
4. Mengingatkan manusia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup.
5. Mengetahui cara pencegahan pemanasan global.





F. MANFAAT DAN KEGUNAAN PENULISAN
Manfaat dan kegunaan penulisan masalah ini adalah untuk mendapatkan nilai tugas softkill. Serta menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca dan berharap masyarakat dapat menjaga dan mencintai lingkungan khususnya bumi kita tercinta.
















BAB II
PEMBAHASAN DAN ISI
Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet. Padahal awalnya, efek rumah kaca merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh bumi sebagai pelindung terhadap radiasi langsung matahari.
Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Efek rumah kaca adalah gejala peningkatan suhu dipermukaan bumi di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup.. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC.
Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.
Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon CFCs merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal.
Karbon dioksida, chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan vegetasi menangkap banyak CO2, kemampuannya untuk menjadi atap sekarang berlebihan akibat emisi. Ini berarti bahwa setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat pemanasan global.
Proses Efek Rumah Kaca berawal dari sinar matahari yang menembus lapisan udara (atmosfer) dan memanasi permukaan bumi. Permukaan bumi yang menjadi panas menghangatkan udara yang tepat diatasnya. Karena menjadi ringan, udara panas tersebut naik dan posisinya digantikan oleh udara sejuk. Tanpa Efek Rumah Kaca maka bagian bumi yang tidak terkena sinar matahari akan menjadi sangat dingin seperti di dalam freezer lemari es (-18°C)
Mekanisme yang sebenarnya menguntungkan kehidupan di bumi ini berbalik menjadi sebuah ancaman tatkala manusia memasuki era industrialisasi (abad ke-18). Untuk menunjang proses industri, manusia mulai melakukan pembakaran batu bara, minyak dan gas bumi untuk menghasilkan bahan baker dan listrik.
Proses pembakaran energi dari bumi ini ternyata menghasilkan gas buangan berupa CO2. Otomatis kadar lapisan gas rumah kaca yang menahan dan memantulkan kembali udara panas ke bumi menjadi semakin banyak. Bumi pun semakin panas.

Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler. Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat habis (matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro), yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin tetaplah rendah,dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir.
Pada rumah kaca sinar matahari dapat dengan mudah masuk ke dalamnya. Sebagian sinar matahari tersebut di gunakan oleh tumbuhan dan sebagian lagi di pantulkan kembali ke arah kaca. Sinar yang di pantulkan ini dapat keluar dari rumah kaca sehingga rumah kaca menjadi panas.
Di bumi, radiasi panas yang berasal dari matahari ke bumi diumpamakan seperti menembus rumaah kaca. Radiasi panas tersebut tidak diserap seluruhnya oleh bumi.
Temperatur bumi yang meningkat dapat mengakibatkan banyak kerugian bagi makhluk hidup. Efek pemanasan global adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan temperature bumi akan mengakibatkan es di kutub mencair dan laut menjadi lebih hangat. Akibatnya volume dan permukan laut meningkat dan timbul banjir di daerah pantai. Volume air laut yang meningkat ini juga dapat menenggelamkan pulau – pulau.
2. Curah hujan di daerah tropis akan meningkat, tetapi tanah menjadi lebih mudah kering. Kelembapan uap air di daerah beriklim hangat meningkat. Akibatnya curah hujan meningkat. Angin bertiup lebih kencang dan badai lebih sering terjadi. Perubahan cuaca pun menjadi lebih ekstrim.
3. Kekeringan tanah akan merusak tanaman sehingga mengakibatkan gagal panen akibat cuaca yang tidak dapat di prediksi
4. Akibat pemanasan global, banyak hewan dan tumbuhan yang akan musnah karena tidak mampu menyelamatkan diri ke daerah yang lebih dingin.
5. Temperature bumi yang sangat panas menimbulkan banyak wabah penyakit dan diperkirakan banyak orang meninggal karena panas.

Meningkatnya suhu global juga diperkirakan akan menyebabkan perubahan – perubahan lain, seperti meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.

Pengaruh kenaikan suhu udara rata-rata secara global sangat berpengaruh terhadap terjadinya kekeringan. Kekeringan selain berdampak terhadap lahan pertanian dan vegetasi juga menyebabkan mudahnya terjadi kebakaran hutan.
Kekeringan juga telah mengubah habitat lingkungan. Banyak kawasan rawa dan danau yang mengering, hutan lebat merubah menjadi hutan biasa, hutan biasa menjadi sabana dan sabana menjadi semak belukar. Perubahan habitat ini berdampak serius terhadap komunitas binatang liar yang hidup pada habitat asal. Secara keseluruhan pengaruh peningkatan suhu global membawa permasalahan terhadap kehidupan manusia. Timbulnya masalah kerawanan pangan, air dan sumber kehidupan di suatu daerah akan memberikan tekanan terhadap penduduknya. Salah satu solusi adalah berpindah tempat, namun aktivitas ini dapat menimbulkan konflik kriminal atau berubah menjadi ancaman apabila dilaksanakan lintas negara.

Efek rumah kaca juga dapat di akibatkan dari polusi udara. Polusi pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh polutan dari sumber – sumber alami atau oleh kegiatan manusia.
Pernah kah anda melihat kemulan kumpulan asap hitam yang keluar dari kendaraan bermotor atau cerobong pabrik yang mengeluarkan hasil pembakaran pabrik atau kendaraan bermotor yang tidak sempurna. Hal ini merupakan salah satu contoh pencemaran akibat ulah manusia

Meningkatnya suhu udara di bumi saat ini adalah akibat efek rumah kaca. Lubang di lapisan ozon akan menyebabkan tidak ada penghalang radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari ke permukaan bumi. Radiasi ultraviolet ini sangat berbahaya bagi mahkluk hidup.

Cara – cara menanggulangi pemanasan global antara lain :
1. Menghemat penggunaan energy minyak bumi.
2. Mengurangi penggunaan plastic dan gabus, kertas.



























BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Pemanasan global tentu saja di sebabkan oleh manusia itu sendiri. Bumi yang semakin panas,semakin kotor,semakin banyak pencemaran dengan banyaknya populasi apapun. Hal semacan inilah yang semakin lama menjadi persoalan pemanasan global yang semakin tidak teratasi.
Tidak ada penanggulangan oleh manusia, manun aktivitas manusia semakin banyak, menyemprotkan intensitas carbon dioksida ke udara yang mengakibatkan bumi semakin panas dan rusak. Hal ini mungkin di akibatkan kebiasaan manusia sebelum mengenal arti pemanasan global, sehingga mereka tidak mempunyai kebiasaan untuk menjaga bumi kita tercinta.

Pemanasan global terjadi sebagai akibat akumulasi dari emisi buangan ke udara berupa gas-gas CO2, CFC, metana dan lain-lain yang menyebabkan efek rumahkaca dan menipisnya lapisan ozon akibat pencemaran yang mengakibatkan radiasi matahari yang memanasi bumi tanpa atau hanya sedikit terfilter oleh lapisan ozon.

Efek rumah kaca adalah gas – gas karbon yang meningkatkan suhu udara melalui mekanisme.
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2 ) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batubara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.
Selain gas CO2 , yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2 ), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2 ) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4 ) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.



























SARAN
Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini kita harus memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memohon agar kita menjaga serta melstarikannya. Marilah kita bergotong royang untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. Stop Pemanasan Global dengan mengurangi terjadinya efek rumah kaca.













DAFTAR PUSTAKA
1. Ernawati, MSI,Dra., Luvfiati,Dewi,Spd. Miarsyah,Mieke,MSI,Dra. Mutiara,Tia,Spd. Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Dasar.Penerbit Erlangga.Jakarta.
2. Wardiyatmoko ,K.,MM,DRS.Ipa.Penerbit Eirlangga.Jakarta.
3. Madya.W. 2002 . Manusia Dan Lingkungannya.SEti Aji.Surakarta.
4. Tim Cipta Pertiwi Prima. Ampuh Ilmu Pengetahuan Sosial.Penerbit Eirlangga.Jakarta.
5. Nurdin,L. 1992 . Petunjuk Praktiku Pendidikan IPA2.PPDG2234. Jakarta. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Proyek Peningkat Mutu Guru SD setara DII Dan Pendidikan Kependudukan.
6. Tim New Teaching Resource.2008.Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Sekolah Dasar Kelas VI.Penerbit Eirlangga.Jakarta.

Rabu, 13 Januari 2010

Prospek Perekonomian Indonesia 2010 Akan Baik

Prospek Perekonomian Indonesia 2010 Akan Baik
Minggu, 28 Juni 2009 | 19:17 WIB


JAKARTA,KOMPAS.com-Direktur Centre for Information and Development Studies ( Cides), Umar Juoro memperkirakan, prospek perekonomian Indonesia 2010 dapat baik jika perekonomian dunia mulai pulih.

"Jika perekonomian dunia pulih, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali ke tingkatan sekitar 6 persen," katanya di Jakarta, Minggu (28/6).

Umar mengatakan pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen pastinya mendorong kegiatan ekspor dan tentunya impor akan positif lagi, berdampak juga bagi invetasi dalam maupun luar negeri. "Apalagi, jika program pembangunan infrastruktur, baik dalam skema kebijakaan stimulasi perekonomian maupun sebagai program berkelanjutan dapat mengalami perkembangan yang berarti," ujarnya.

Umar menilai tantangan perkembangan perekonomian Indonesia ke depan selain permasalahan pembangunan infrastruktur adalah menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi. Orientasinya pada sektor yang lebih mendorong pertumbuhan berkesinambungan dan menciptakan kesempatan kerja cenderung relatif besar, terutama pada sektor industri manufaktur.

Permasalahan pembangunan infrastruktur, menurut dia, bukanlah dalam hal pembiayaan, tetapi lebih berkaitan dengan persoalan struktural seperti pembebasan tanah, tarif dan kepastian hukum lainnya. "Tentu permasalahan struktural tersebut tidak dapat dipecahkan dengan segera, namun paling tidak perbaikan yang bertahap akan mendorong perkembangan perekonomian lebih baik," kata Umar.

Disinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada saat krisis global, dia menjelaskan, hingga triwulan I - 2009 mencapai 4,4 persen, terutama didukung oleh konsumsi masyarakat yang tumbuh 5,8 persen dan pengeluaran pemerintah. Begitu pula sekalipun ekspor mengalami pertumbuhan negatif lebih dari 20 persen, namun neraca perdagangan dan neraca berjalan masih positif karena pertumbuhan impor negatif lebih besar dari ekspor.

Strategisnya belakangan ini nilai rupiah dan indeks pasar modal juga mengalami penguatan signifikan karena prospek perekonomian Indonesia yang dilihat baik sehingga para investor mulai mengalirkan dananya ke pasar yang diperkirakan memberikan hasil tinggi, terutama di pasar yang sedang berkembang pasar komoditas.

"Penguatan nilai rupiah dan indeks pasar modal diperkirakan masih akan terus berlangsung, sekalipun pada saat tertentu terjadi koreksi. Jadi tidak berlebihan perkirakan nilai rupiah akan menembus kisaran angka Rp 9.500 per dollar AS dan indeks pasar modal mencapai 2.300," kata Umar Juoro.
Menurut Pendapat saya:
Mungkin ada benarnya dengan pulihnyaperekonomian dunia akan sangat berdampak baik untuk perekonomian di Indonesia, dan pertumbuhan insfrastruktur di Indonesia pun harus dibenahi karena itu sangatlah penting selain perekonomiannya. Apalagi jika dihat sudah banyaknya para investor yang telah mengalirkan dananya ke pasar dan memberikan hasil yang sangat signifikan. Semoga Perekonomian Indonesia di tahun ini dan tahun – tahun mendatang semakin membaik.
Selanjutnya dapat melihat artikel ini lebih lengkap di situs :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/06/28/19175042/prospek.perekonomian.indonesia.2010.akan.baik

Saya menulis ini tidak bertujuan komersil hanya untuk menambah nilai mata kuliah softskill.

Jumat, 01 Januari 2010

BAB 8 PERMODALAN KOPERASI

BAB 8
PERMODALAN KOPERASI



Konsep Modal:

• Modal merupakan sejumlah dana yang akan digunakan untuk melaksanakan usaha – usaha koperasi.
 Modal jangka panjang
 Modal jangka pendek
• Koperasi harus mempunyai rencana pembelanjaan yang konsisten.

SUMBER – SUMBER MODAL KOPERASI

A. Sumber – sumber Modal Koperasi (UU NO.12/1967)
• Simpanan Pokok
• Simpanan Wajib
• Simpanan Sukarela
• Modal Sendiri

B. Sumber – Sumber Modal Koperasi (UU NO.25/1992)
• Modal Sendiri (equity capital)
• Modal Pinjaman (dept capital)


SUMBER – SUMBER MODAL KOPERASI (UU No. 25/1992)

1. Modal Sendiri (equity capital) , bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, dan donasi/ hibah.
2. Modal Pinjaman (dept capital), bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah.

DISTRIBUSI CADANGAN KOPERASI

• Cadangan menurut UU No.25/1992 adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimasukan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
• Sesuai anggaran dasar yang menunjuk pada UU No. 12/1967 menentukan bahwa 25% dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota di sisihkan untuk cadangan , sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60% disisihkan untuk cadangan.

MANFAAT DISTRIBUSI CADANGAN

• Memenuhi kewajiban tertentu
• Meningkatkan jumlah operating capital koperasi
• Sebagai jaminan untuk kemungkinan – kemungkinan rugi di kemudian hari
• Perluasan usaha

Kamis, 31 Desember 2009

BAB 7 JENIS – JENIS DAN BENTUK KOPERASI

BAB 7
JENIS – JENIS DAN BENTUK
KOPERASI


1. Jenis Koperasi ( PP 60 Tahun 1959)

a. Koperasi Desa
b. Koperasi Pertanian
c. Koperasi Peternakan
d. KoperasiPerikanan
e. Koperasi Kerajinan / Industri
f. Koperasi Simpan Pinjam
g. Koperasi Konsumsi


2. Jenis Koperasi menurut Teori Klasik terdapat 3 jenis Koperasi :

a. Koperasi Pemakaian
b. Koperasi penghasil atau Koperasi Produksi
c. Koperasi Simpan Pinjam


3. Ketentuan Penjenisan Koperasi Sesuai Undang – Undang No. 12 / 67 tentang Pokok – Pokok Perkoperasian ( pasal 17)

1. Penjenisan Koperasi di dasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas / kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota – anggotanya.
2. Untuk maksud efisiensi dan ketertiban , guna kepentingan dan perkembangan Koperasi Indonesia , di tiap daerah kerja hanya terdapat satu Koperasi yang sejenis dan setingkat.


4. Bentuk Koperasi ( PP No. 60 / 1959)

a. Koperasi Primer
b. Koperasi Pusat
c. Koperasi Gabungan
d. Koperasi Induk

Dalam hal ini, bentuk Koperasi masih dikaitkan dengan pembagian wilayah administrasi.



5. Bentuk Koperasi yang disesuaikan Dengan Wilayah Administrasi Pemerintahan ( Sesuai PP 60 Tahun 1959)
• Di tiap Desa ditumbuhkan Koperasi Desa.
• Di tiap Daerah tingkat II ditumbuhkan Pusat Koperasi
• Di tiap Daerah tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi
• Di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi

6. Koperasi Primer dan Koperasi Sekunder
• Koperasi Primer merupakan Koperasi yang anggota – anggotanya terdiri dari orang – orang.
• Koperasi Sekunder merupakan Koperasi yang anggota – anggotanya adalah organisasi koperasi.

Selasa, 10 November 2009

Bab6 Pola Manajemen Koperasi

BAB 6
Pola Manajemen Koperasi


Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi

• Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The cooperative Movement and some of its problem” yamg mengatakan bahwa : “ cooperation is an economic system with social content”.
• Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip- prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas – azas koperasi yang mengandung unsure- unsure social di dalamnya.
• Unsur social yang terkandung dalam prinsip koperasi lebih menekankan kepada hubungan antar anggota , hubungan anggota dengan pengurus,tentang hak suara, cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam :
 Kesamaan derajat yang diwujudkan dalam “one man one vote” dan “no voting by proxy”.
 Kesukarelaan dalam anggota
 Menolong diri sendiri (self help)
 Demokrasi yang terlihat dan diwujudkan dalam cara pengelolaan dan pengawasan yang dilakukan oleh anggota.
 Pembagian sisa hasil usaha proporsional dengan jasa-jasanya.
• Menurut Prof. Ewell Paul , Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 unsur yaitu:
a. Anggota
b. Pengurus
c. Manajer
d. Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan
• Menurut UU No.25/1992 yang termasuk Perangkat Organisasi Koperasi adalah :
a) Rapat Anggota
b) Pengurus
c) Pengawas


Rapat Anggota

Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara pada rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota secara keseluruhan menjalankan menajemen dalam suatu rapat anggota dengan menetapkan :
a) Anggaran dasar
b) Kebijakan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi
c) Pemilihan / pengangkatan/ pemberhentian pengurus dan pengawas
d) Rencana kerja , pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
e) Penggabungan , peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi


Pengurus Koperasi

Menurut Leon Garayon dan Paul O.Mohn dalam bukunya “The Board of Directions of cooperative” fungsi pengurus adalah :
a) Pusat pengambilan keputusan tertinggi
b) Pemberi nasihat
c) Pengawas atau orang yang dapat dipercaya
d) Simbol


Pengawas

Tugas pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk organisasi, usaha- usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan.


Manajer

Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya: mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah, bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people).

Partisipasi Anggota yang efektif dipengaruhi oleh :
1. Kesesuaian antara Output program koperasi dengan kebutuhan dan keinginan para anggota.
2. Permintaan anggota dengan keputusan – keputusan pelayanan koperasi.
3. Tugas koperasi dengan kemampuan manajemen koperasi

Jumat, 06 November 2009

Bab 5 Sisa Hasil Usaha

BAB 5
SISA HASIL USAHA

PENGERTIAN SHU


Menurut pasal 45 ayat (1) UU No.25/1992, adalah sebagai berikut :
• Sisa Hasil Usaha Koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
• SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
• Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
• Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
• Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.


INFORMASI DASAR

Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut :
1. SHU Total Koperasi pada satu tahun buku
2. Bagian (persentase) SHU anggota
3. Total simpanan seluruh anggota
4. Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
5. Jumlah simpanan peranggota
6. Omzet atau Volume usaha peranggota
7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.

Istilah – istilah Informasi Dasar
• SHU TOTAL adalah SHU yang terdapat pada neraca atau laporan laba-rugi koperasi setelah pajak (Profit After tax)
• Transaksi anggota adalah kegiatan ekonomi (jual beli barang atau jasa) antara anggota dengan koperasinya.
• Partisipasi Modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya yaitu bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan usaha, dan simpanan lainnya.
• Omzet atau volume usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang dan atau jasa pada suatu periode waktu atau tahun buku yang bersangkutan.
• Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota yang ditujukan untuk jasa modal anggota.
• Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota yang ditujukan untuk jasa transaksi anggota.


RUMUS PEMBAGIAN SHU

• Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak sematamata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan pertimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
• Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut : Cadangan Koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana social 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.
• Tidak semua komponen diatas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.


SHU per anggota

• SHUA = JUA + JMA
Dimana :
SHUA : Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA = Jasa Usaha Anggota
JMA = Jasa Modal Anggota
SHU per anggota dengan model matematika
• SHU Pa = Va x JUA + Sa x JMA
VUK TMS
Dimana :
SHU Pa : Sisa Hasi Usaha per Anggota
JUA : Jasa Usaha Anggota
JMA : Jasa Modal Anggota
VA : Volume Usaha Anggota (total transaksi anggota)
UK ; Volume Usaha total koperasi (total transaksi koperasi)
Sa : Jumlah simpanan anggota
TMS : Modal Sendiri total ( simpanan anggota total)




PRINSIP – PRINSIP PEMBAGIAN SHU KOPERASI


1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota
2. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri
3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan
4. SHU anggota dibayar secara tunai.

;;

By :
Free Blog Templates